Tentara juga mengisolasi biara itu dengan memotong listrik, air dan makanan untuk yang mensuplai kehidupan untuk 100 orang biksu di biara tersebut.

Tentara dan polisi dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan

Sichuan - Tentara dan polisi mengepung sebuah biara di barat daya Cina.

Sehari setelah seorang biksu membakar dirinya hingga meninggal di Daofu, provinsi Sichuan, China barat daya kemarin, Senin (15/8).

Tentara juga mengisolasi biara itu dengan memotong listrik, air dan makanan untuk yang mensuplai kehidupan untuk 100 orang biksu di biara tersebut. Larangan bepergian ke daerah itu juga dikenakan kepada orang dan wartawan asing.

“Setidaknya ada 1.000 tentara dan polisi menjaga biara sementara sekitar 100 biksu berada didalam,” kata seorang biarawan dari dalam biara kepada AFP. “Air telah terputus selama berhari-hari, dan kami memiliki makanan persediaan masuk.”

Tsebang Norbu, biksu berusia 29 tahun, menyiramkan carian bensin ketubuhnya sebelum menyalakan api. Dia memprotes kekuasaan China di Tibet. “Kami orang Tibet ingin merdeka,” teriak Norbu sebelum api membakar tubuhnya. “Hidup Dalai Lama, biarkan Dalai Lama kembali ke Tibet,” teriakanya lagi. Dia akhirnya meninggal karena luka bakarnya.

Pemilik hoterl dan restoran di Daofu mengatakan tentara dan polisi dikerahkan seluruh penjuru kota. “Ada banyak tentara dan polisi di jalanan, mereka telah mengepung biara dan kantor pemerintah,” kata seorang pemilik hotel yang berbicara dengan syarat anonim.

Seorang pemilik restoran mengatakan polisi dan tentara telah mendirikan penghalang jalan di sekitar daerah tersebut dan memeriksa setiap kendaraan yang mendekati markas pemerintah dan biara.

Sichuan adalah salah satu provinsi di China dengan populasi etnis Tibet terbesar dalam beberapa tahun terakhir rutin dilanda kerusuhan.  Dimana banyak biarawan sangat menghormati Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, yang meninggalkan China pada tahun 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap kekuasaan China.

Tsebang Norbu adalah korban kedua dalam tahun ini setelah sebelumnya  seorang biarawan muda bernama Phuntsog, Maret silam membakar dirinya dan meninggal di dekat Biara Kirti di wilayah Aba.

Biksu dan warga sipil melakukan protes setelah insiden itu. Tindakan yang mendorong pemerintah mengambil langkah keras pada biara. Kelompok perlawanan Tibet di pengasingan mengatakan dua orang meninggal akibat peristiwa tersebut sementara daerah itu ditutup untuk orang asing.