P E R S I N G G A H A N

Archive for Maret 23rd, 2007

Nyanyi Lapar

without comments

Gajian harusnya sudah diterima ditanggal-tanggal terakhir seperti saat ini, tanggal-tanggal kritis tanpa harapan. Begitu aku selalu berharap bila dikantong hanya tersisa uang ribuan.

Wheek, padahal ini baru tanggal dua puluh tiga, dan sialnya, nongkrong di warteg ujung pertigaan ini, aku selalu berharap mukjizat.

Sementara lain yang kuharapkan, lain yang datang. Hujan turun dengan rintiknya yang satu persatu menetes diatap, mendenting seakan mengingatkanku untuk segera bersiap-siap cabut.

Ah..gerimis menjadi besar dan membasahi aspal jalanan, debu menguap dan aroma tanah bercampur asap menerpa dalam sekejap.

Aku memang berharap mukjizat, tetapi aku yakinkan kalian pasti keliru, bila kalian mengira mukjizat uang aku harap adalah birunya dua lembar ribuanku, bertukar menjadi merah dengan dan bertambah deretan nol dibelakangnya.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Maret 23, 2007 at 7:1 pm

Ditulis dalam tragedi

Ditandai dengan

The Roaring Nineties

without comments

Joseph Stiglitz mungkin termasuk beruntung, melalui jabatannya di World Bank dan Council of Economics Advisers era Clinton, dia bisa menyaksikan bagaimana sebuah kebijakan ekonomi dari mulai dipikirkan, diperdebatkan, diaplikasikan kemudian diekspor keluar negeri plus keburukan-keburukannya sekaligus.

Setelah memilih cabut dari Stadnford University sebagai guru besar ekonomi- dia turun gunung Stiglitz, dan lansung menjadi saksi yang terjadi di era ‘90-an. Dari sanalah kemudian buku-buku hebatnya tercipta. Bahkan untuk The Globalization and its Discontens membuatnya diganjar Nobel Ekonomi.

Ya, dialah “The Rebel Within” di Bank Dunia, hingga akhirnya ditawari dua pilihan, bungkam atau hengkang. Dia menganalogikan secara cerdas para pembuat keputusan di IMF atau Bank Dunia dengan seorang pilot yang menjatuhkan bom dari ketinggian 5.000 kaki. “Ini merupakan jaminan bahwa orang tak akan “merasakan” apa yang sudah ia perbuat” ujar Stiglitz suatu ketika getir.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Maret 23, 2007 at 1:1 pm

Ditulis dalam buku

Ditandai dengan