Archive for Maret 15th, 2007
Inong
“Waktu itu ada api dan suara dari gunung, dan kulihat dia langsung mendaki dan belajar kesana. Belajar kebebasan dan belajar bagaimana caranya menghitung marah”
Sambil bicara, tanganmu memeluk lutut dan badanmu mencakung menyandar pada pohon kelapa, sementara dibelakangmu ombak mengayun pelan, tampak gemas menyetubuhi pantai. Memandangmu dari samping, bayangmu mengingatkanku pada sosok Uma yang patuh pada Sudhamala.
Suaramu, belum hilang benar pantulan gaungnya ketika kau melanjutkan dengan nada yang lebih lirih.
“Sepulang dari gunung dia memilih menetap disini dan tak mau pergi sebelum mengajarkan melaut, bercocok tanam atau memanen kura-kura dari muara”
