Archive for Februari 27th, 2007
Tikus Mati Di Lumbung
Beberapa warga kampung Kaligusur, Desa Kedungwringin, kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Belakangan ini menyiasati mahalnya harga beras, mencampur nasinya dengan oyek sebagai makanan harian mereka. Ini terjadi karena warga belum pernah menikmati beras murah, informasinya operasi pasar selalu terlambat diterima warga.
Ketika mereka datang dengan tas kreseknya. Yang dijumpai tinggal spanduknya saja, berasnya sendiri, ludes diborong tauke atau juragan. Dengan harganya yang Rp 6.000 per kilo Ridan (36) dengan dua anaknya, mengatakan harga beras tersebut tak terjangkau keluarganya. Mereka selama ini hanya menggantungkan pendapatnnya sebagai buruh serabutan.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, keluarganya terpaksa makan nasi yang di campur dengan oyek. Orang-orang dikampungnya menyebut istilah sega woran (nasi yang dicampur). Nasi yang di campur oyek ini bisa mengurangi kebutuhan beras dari 1 kg menjadi 0,5 kg perhari untuk keluarganya.
“Singkong untuk bahan oyek ini kami ambil dari kebun sehingga tidak perlu mengeluarkan uang” ujarnya getir.
