Archive for Februari 1st, 2007
Masjid Yang Menjadi Berhala
Berkelebat-kelebat di TV orang -orang berlarian. Settingnya jelas, dengan latar belakang Istiqlal. Sesekali gambar menyorot lontaran caci maki dan umpatan serta menjadikannya fokus. Masih dengan riuh rendah beberapa orang di tarik atau diseret lalu ditumpuk-tumpuk dalam truk.
Fokus kamera berhenti pada sebuah fragmen. Seorang pemulung tua pingsan ketika trantib mulai menggepung. Anaknya yang terisak mengatakan ibunya sudah dua hari tak bangun akibat terserang diare. Tubuh kurus itu terlihat lemah, hingga dari jauhpun tulang iganya yang menonjol bisa di lihat dengan jelas. Selembar jaritnya kusam dan sama lepeknya membungkus tubuh yang jarang tersentuh air.
Dan trantib memang harus tak bergeming. Si pingsan diangkut, cuma karena pingsan dia tidak perlu di caci maki atau di kejar-kejar seperti yang lain. Badannya meringkuk tipis ketika dia harus di papah. Bahkan saking ringannya. Hanya butuh seorang satpam masjid untuk mengangkat sang gelandangan.
Bencana yang menggelisahkan
Aku selalu terharu setiap melewati tempat ini, bus kota yang reyot terbatuk-batuk melintas depan halamannya yang luas. Kali inipun, entah sudah yang keberapa ribu aku melintas. Suasananya masih sama, sepi. Hanya terlihat beberapa gerombolan pengemis dan gelandangan yang bercengkerama menyetubuhi malam.
Kulihat dua belas tiang utamanya kesepian menyangga Silaban Dom-nya. Bahkan menjelang Isya seperti kali inipun bangunan itu tak lebih dari atap, genting, dengan dinding dan batu bata semata. Kontras dengan namanya yang berarti merdeka. Ya.. Istiqlal adalah merdeka. Tetapi lihatlah kemerdekaan yang disandangnya. Sendiri dan sepi dengan Jakarta yang riuh.
