P E R S I N G G A H A N

Archive for Januari 2007

Gelisah

without comments

Malam-malam belakangan ini aku selalu gelisah. Padahal aku sendiri nggak tahu apa yang aku gelisahkan, sungguh… Yang aku tahu, sering dalam tidurku tiba-tiba aku tersentak lalu terjaga dengan keringat membasahi tubuhku. Otak berhenti, menjadi kosong, kosong yang sekosong-kosongnya. Kadang kemudian bayangan hantu atau semak-semak yang gelap memilih tinggal di otakku bahkan sampai berhari-hari kemudian.

Sungguh aku gelisah. Celakanyan justru aku tidak pernah paham apa yang digelisahkan, padahal selama ini aku tak pernah berhenti berpikir. Ya… bahkan berpikir apa saja.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Januari 27, 2007 at 8:1 pm

Ditulis dalam tragedi

Ditandai dengan

Lapar Adalah Pilihan

without comments

Uang empat ribu rupiah itu masih utuh sejak semalam. Mulut asem terpaksa menarik langkahku ke warung si ibu persis depan kantor . Sama-sama Jawa, dan sama-sama susah (atau malah aku lebih dhuafa kali).

“Opo mas?” Kaget dia ketika aku ngeteng rokoknya sambil mengulurkan selembar ribuan. “Gowo wae ma sak bungkus timbang ngko balik neh” tawarnya.

Tahu saja ibu ini, setengah memaksa menolak seribu rupiah yang aku sodorkan. Gantinya dia menyodorkan sebungkus gudang garam filter. Alhamdulillah selamat mulut asem ini. Thank you for smoking. Sialan.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Januari 23, 2007 at 3:1 pm

Ditulis dalam kisah

Ditandai dengan

Menunggu Di Masyar

with one comment

Setelah bertahun-tahun aku mencari, akhirnya aku akrab dengan wajahNya belakangan ini. Perdebatan panjang para filsafat Yunani ribuan tahun lalu telah finish bagiku. Dan bagiku kini sejarah serta kemunculan agama-agama tak lebih dari tayangan iklan yang sesekali nongol di layar TV buntutku.

WajahNya di negeri mempunyai dan menyimpan banyak sisi. Menyeringai penuh dengan darah di Aceh, Nias dan Jogja. Sementara wajah pemurah serta senyum pemaafNya bergantian tampil mewakili para perampok bangsa ini. Ah tuhan bagiku kau t’lah lama mati ketika keadilaNya tak bisa lagi membumi. Ketika ide hanya menjadi etalase maka bumi tak lebih menjadi panggung bencana.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Januari 21, 2007 at 3:1 pm

Ditulis dalam tragedi

Ditandai dengan

Globalisasi dan Perlawanan

without comments

Oleh Chris Harman.

“Anti-capitalism: Theory and Practice”, International Socialism No 88, London, 2000. Disadur dan ditejermahkan oleh Julian dan Setiabudi.

Pada tahun 1999, mass media di seluruh dunia ramai-ramai membicarakan fenomena baru: gerakan “anti-kapitalisme” internasional. Istilah ini muncul untuk pertama kalinya di Inggeris di bulan Juni, saat lembaga-lembaga finansial di London kena aksi unjuk rasa. Kemudian aksi besar-besaran melawan pertemuan WTO di Seattle di bulan November juga dicap “anti-kapitalis”. Arti kata “anti-kapitalisme” bukan sama dengan sosialis, tetapi fenomena ini memang hebat. Sepuluh tahun setelah kaum penguasa kapitalis berjaya saat rezim-rezim Eropa Timur ambruk, sebuah peristiwa yang didengungkan sebagai kemenangan mutlak pasar bebas, mass media borjuis harus mengakui bahwa semakin banyak manusia menolak sistem mereka.

Suasana anti-kapitalis menjadi cukup jelas dalam demonstrasi yang terjadi secara berturut-turut di Washington, Melbourne, Praha, Millau dan Nice, tetapi termanifestasi dalam bentuk lain pula: misalnya ketika sejuta warga Perancis mencoblos calon-calon Trotskys dalam pemilihan untuk parlemen Eropa. Di Eropa Timur, hasil jajak-jajak pendapat membuktikan bahwa kata “kapitalisme” memiliki asosisasi negatif bagi mayoritas rakyat. Di Amerika Latin telah terjadi serangkaian pemberontakan melawan agenda neoliberal. Demonstrasi-demonstrasi hanya merupakan puncak dari gunung es ketidakpuasan massa rakyat tertindas di seluruh dunia.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Januari 20, 2007 at 6:1 am

Ditulis dalam artikel antineolib

sang aktivis…

without comments

Bangun tidur hari ini sepertinya aku merasa sangat-sangat terlambat. Weker bergambar katak nungginglah yang berteriak-teriak mengaggetkanku. Busyet jam delapan? Heran juga, karena perasaan baru beberapa saat yang lalu aku tadi rebahan. Gila, berarti hampir empat jam aku terlelap. Tidur selama itu hebatnya aku merasa tidak bermimpi apapun, laiknya tidur di negeri entah berantah yang mengenal mimpi.

Sambil terhuyung-huyung -habis mata masih rapet dan hidung meler kena flu- aku nggeloyor ke kamar mandi. Nongkrong sebentar di toilet kemudian cuci muka gaya koboi baru beranjak meracik secangkir kopi.

Sambil jegang gaya priyayi solo kubuka halaman depan Kompas dan menyalakan sebatang rokok. Belum sempat kopi di sruput Sigit tandemku nongol di depan hidung. Sial bener !! Mestinya hari Sabtu begini bisa bermalas-malasan atau tidur seharian. Eh ini malah ada janji wawancara.

Baca entri selengkapnya »

Written by persinggahan

Januari 11, 2007 at 11:1 am

Ditulis dalam kisah

Ditandai dengan